Semarak HUT RI ke-81, Desa Benculuk Gelar Karnaval Budaya , Jalur KEBONREJO Jadi Saksi Kerennya Benculuk Ethno Carnival 2026
- by Admin
- 02 Agustus 2026
BanyuwangiNews.com - Peringatan HUT RI ke-81 di Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, benar-benar pecah! Hari Minggu siang (02/08/2026), ribuan warga tumpah ruah ke jalanan buat nyaksiin langsung gelaran tahunan yang paling ditunggu-tunggu: Benculuk Ethno Carnival (BEC) 2026. Tahun ini, karnaval budayanya sengaja dibuat beda dan jauh lebih seru dengan konsep kirab budaya yang memadukan semangat nasionalisme sekaligus hiburan rakyat yang estetik.
Ada satu hal unik yang bikin BEC tahun ini beda dari biasanya. Pihak Pemerintah Desa Benculuk merancang rute khusus lintas dusun yang dikasih nama singkatan keren: "KEBONREJO". Jadi, para peserta mulai start dari kawasan Kemloso dan Dusun Kebonsari tepat jam 13.00 WIB, lalu jalan menyusuri desa, dan kompak finish di sebelah timur Pasar Rejosari. Rute ini sengaja dipilih supaya semua warga dari berbagai dusun bisa ngerasain langsung euforia kemerdekaan tanpa perlu numpuk di satu titik saja.
Nggak tanggung-tanggung, ada 20 kelompok peserta yang ikutan dan semuanya tampil all-out, Formasinya juga lengkap banget, mulai dari dedek-dedek gemas tingkat TK, siswa-siswi SD/MI, sampai perwakilan seru dari kategori umum atau tiap RW. Jalanan desa mendadak berubah jadi panggung catwalk raksasa penuh warna. Ada yang tampil anggun pakai baju adat super megah dari berbagai daerah di Nusantara, dan ada juga yang bikin merinding lewat aksi teatrikal kilas balik perjuangan para pahlawan memperebutkan kemerdekaan RI.

Kepala Desa Benculuk, Muhdopir, mengaku bangga banget sama totalitas warganya. Menurutnya, acara ini bukan cuma soal pawai baju adat, tapi jadi cara seru buat menyatukan warga.
"Lewat Kirab Budaya ini, kami ingin mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama memeriahkan HUT RI ke-81 sekaligus menanamkan rasa cinta terhadap budaya bangsa. Keberagaman adat yang ditampilkan menjadi simbol persatuan dan kebersamaan warga Desa Benculuk dalam bingkai Bhinneka Tunggal Ika," kata Muhdopir.
Senada dengan Pak Kades, Mas Ali selaku tokoh masyarakat sekaligus koordinator lapangan, juga ngingetin pentingnya acara seperti ini buat anak muda. Baginya, kirab ini adalah momen pas buat *nguri-uri* atau melestarikan budaya asli Indonesia biar nggak lupa sejarah.
"Melalui kirab budaya ini, kami ingin mengajak generasi muda agar tidak melupakan akar budayanya. Semangat nguri-uri budaya Nusantara harus terus dijaga agar nilai-nilai luhur bangsa tetap hidup dan diwariskan ke generasi berikutnya," jelas Mas Ali.
Keseruan BEC 2026 ini juga dapet dukungan penuh dari jajaran Forkopimcam Cluring. Mulai dari Plt Camat Cluring, Kepala Desa, sampai Babinsa dan Bhabinkamtibmas, semuanya kompak hadir di lokasi buat mastiin acara berjalan lancar.
Puncak acara dibuka langsung oleh Kapolsek Cluring, AKP Putu Ardana, S.H. Dalam sambutannya, beliau angkat jempol buat kekompakan warga Benculuk yang bisa bikin acara semeriah ini tapi tetep tertib.
"Karnaval ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga cerminan semangat gotong royong dan nasionalisme warga Benculuk yang luar biasa. Kami dari jajaran pengamanan memastikan acara berjalan aman, tertib, dan lancar hingga selesai," tutur AKP Putu Ardana.
Sampai barisan peserta terakhir bubar, acara sukses berjalan dengan meriah, aman, dan kondusif. Benculuk Ethno Carnival 2026 berhasil ngasih hiburan yang berkesan sekaligus bikin warga makin bangga sama kekayaan budaya Indonesia. Sampai jumpa di BEC tahun depan.
(Ali)
