Panen Raya Jagung di Sempu, Sinergi Pemprov Jatim dan Banyuwangi Perkuat Kedaulatan Pangan

BanyuwangiNews.com - Komitmen memperkokoh sektor pertanian kembali ditegaskan melalui panen raya jagung yang digelar di Kecamatan Sempu, Banyuwangi. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kapolda Jatim Nanang Avianto, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani, serta Ketua Kwarda Pramuka Jatim Arum Sabil.

Panen raya kuartal IV itu berlangsung di kawasan Green Farm, Desa Karangsari, Sabtu (28/2/2026). Lahan seluas 50 hektare yang ditanami sejak November 2025 tersebut menjadi bagian dari pengembangan pertanian modern berbasis pelatihan terpadu di Banyuwangi.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menyampaikan bahwa Jawa Timur masih menjadi penyumbang produksi jagung terbesar secara nasional. Berdasarkan data 2025, produksi jagung pipilan kering Jatim mencapai 4,8 juta ton. Angka tersebut jauh melampaui provinsi lain seperti Jawa Tengah yang mencatatkan 2,8 juta ton dan Sumatera Utara sebesar 1,3 juta ton.

Kontribusi Jawa Timur terhadap kebutuhan jagung nasional pun hampir menyentuh 30 persen. Menurut Khofifah, capaian tersebut tidak lepas dari kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah daerah, aparat keamanan, hingga peran aktif gerakan Pramuka dalam mendukung program ketahanan pangan.

“Jawa Timur tidak hanya berbicara ketahanan pangan, tapi sudah bergerak menuju kedaulatan pangan. Ini hasil kerja bersama,” ujarnya.

Kapolda Jatim Nanang Avianto menambahkan, peningkatan kuantitas produksi harus berjalan beriringan dengan perbaikan mutu hasil panen. Ia memastikan dukungan dari sisi pengamanan hingga penguatan akses pemasaran agar kesejahteraan petani semakin meningkat.

Sementara itu, Ipuk Fiestiandani menyebut Banyuwangi konsisten mencatat surplus jagung. Pada 2025, total produksi jagung daerah ini mencapai 250.596,81 ton, meningkat 19 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Dengan kebutuhan lokal sekitar 69.842,31 ton, Banyuwangi membukukan surplus hingga 180.754,50 ton.

Tak hanya jagung, sektor padi juga menunjukkan tren positif. Produksi beras pada 2025 tercatat 546.923,81 ton atau naik 7 persen dari tahun sebelumnya, menghasilkan surplus 383.258,03 ton.

“Capaian ini berkat kerja keras petani dan dukungan semua pihak. Semoga panen ini semakin memotivasi untuk meningkatkan produktivitas,” kata Ipuk.

Di lokasi yang sama, Arum Sabil menjelaskan bahwa produktivitas jagung di Green Farm rata-rata mencapai 8-10 ton per hektare. Melalui berbagai uji coba budidaya dan evaluasi teknik tanam, pihaknya optimistis produktivitas bisa ditingkatkan menjadi 10-12 ton per hektare pada musim tanam berikutnya.

Panen raya tersebut menjadi simbol penguatan sinergi antara pemerintah provinsi, kabupaten, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga stabilitas pangan sekaligus mendorong kesejahteraan petani di Banyuwangi.

Related Post

Tinggalkan Komentar

banyuwanginews.com

Merupakan Media Online yang berada di Banyuwangi dengan mengutamakan informasi yang cerdas, Akurat dan berimbang