Pedagang Banyuwangi Optimistis BEC 2026 Dongkrak Penjualan, Persiapan Dagangan Mulai Dimatangkan
- by Admin
- 16 Juli 2026
BanyuwangiNews.com - Menjelang pelaksanaan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2026 pada Sabtu, 18 Juli, geliat ekonomi mulai terasa di sejumlah titik Kota Banyuwangi. Para pedagang kaki lima hingga pelaku usaha kuliner menyambut agenda tahunan tersebut dengan optimisme tinggi karena diyakini mampu meningkatkan jumlah pembeli secara signifikan.
Bagi para pedagang, BEC bukan sekadar pertunjukan budaya yang menarik ribuan wisatawan, tetapi juga menjadi momentum untuk meningkatkan pendapatan. Berbekal pengalaman dari penyelenggaraan sebelumnya, banyak di antara mereka telah menambah stok barang dan menyiapkan lokasi berjualan yang lebih strategis.
Iwan, penjual telur gulung di kawasan Jalan Letjen Sutoyo, mengatakan setiap kali BEC digelar, omzet usahanya hampir selalu melonjak dibanding hari biasa. Untuk memanfaatkan ramainya pengunjung, ia berencana membuka lapak tambahan dengan berkeliling menggunakan sepeda motor di sepanjang area yang dipadati penonton.
Menurutnya, pada penyelenggaraan BEC sebelumnya, pendapatan harian yang diperoleh bisa mencapai sekitar Rp600 ribu hingga Rp700 ribu, atau meningkat hampir dua kali lipat dari hari biasa. Ia bahkan berharap agenda tersebut dapat digelar lebih sering karena dampaknya sangat membantu pelaku usaha kecil.

Optimisme serupa juga dirasakan Tia, pedagang minuman es di kawasan yang sama. Ia telah menyiapkan stan tambahan di sekitar SD Brawijaya yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik favorit penonton menyaksikan parade.
Tia mengaku biasanya mulai berjualan sejak pagi hingga malam selama acara berlangsung. Dengan meningkatnya jumlah pengunjung, penjualannya diperkirakan kembali melampaui omzet normal yang rata-rata mencapai sekitar Rp1 juta per hari.
Sementara itu, Rahmat, penjual Es Dawet Barokah di depan Kantor Pos Banyuwangi, juga meningkatkan persediaan bahan baku. Jika pada hari biasa ia hanya menyiapkan sekitar tiga perempat kilogram bahan, saat BEC jumlah tersebut ditambah hingga sekitar satu setengah kilogram untuk memenuhi lonjakan permintaan.
Tidak hanya pedagang di pusat kota, pelaku usaha di kawasan wisata juga merasakan manfaat penyelenggaraan event berskala nasional tersebut. Sulik, pemilik warung di Desa Wisata Tamansuruh, Kecamatan Glagah, menuturkan setiap agenda besar di Banyuwangi selalu membawa dampak positif bagi usahanya.
Menurutnya, meningkatnya jumlah wisatawan yang datang, menginap, dan berkeliling destinasi wisata membuat warung-warung milik warga ikut ramai dikunjungi.
BEC 2026 dijadwalkan berlangsung pada Sabtu (18/7) mulai pukul 13.00 WIB. Parade akan dimulai dari Taman Blambangan dan melintasi jalur utama Kota Banyuwangi sepanjang kurang lebih dua kilometer dengan menampilkan ratusan peserta berkostum etnik khas Banyuwangi.
Selain parade utama, masyarakat juga dapat menikmati berbagai kegiatan dalam rangkaian BEC Week yang berlangsung pada 16-19 Juli 2026. Beragam agenda telah disiapkan, mulai dari Sekarkijang Creative Fest (SCF), festival UMKM, hingga event olahraga lari yang diharapkan semakin meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat.
