Dijanjikan Berangkat Januari, Calon Jemaah Umrah Banyuwangi Justru Tak Kunjung Terbang
- by Admin
- 19 Mei 2026
BanyuwangiNews.com - Sejumlah warga di Kabupaten Banyuwangi diduga menjadi korban penipuan perjalanan ibadah umrah oleh agen travel yang menjanjikan keberangkatan dalam waktu dekat. Namun hingga berulang kali jadwal yang telah disepakati, para calon jemaah tak kunjung diberangkatkan.
Salah satu korban, Ida Setiyowati, mengungkapkan dirinya mulai mendaftar umrah sejak Oktober 2024. Ia mengaku tertarik setelah mendapat rekomendasi dari keponakannya yang mengenalkan seorang agen travel melalui media sosial Instagram. Menurutnya, akun tersebut terlihat meyakinkan karena sering menampilkan aktivitas pemberangkatan umrah.
“Awalnya saya bingung cari travel yang amanah. Saya minta tolong keponakan untuk mencarikan. Terus dikenalkan temannya yang sering umrah dan sering diberangkatkan. Saya lihat IG-nya, akhirnya tertarik,” ungkap Ida dalam keterangannya kepada penyidik.
Ida menyebut rencana keberangkatan umrah tersebut diikuti oleh total 10 orang, terdiri dari keluarganya yang berjumlah empat orang serta beberapa kerabat lainnya. Ia mengaku telah menyetorkan uang dengan total mencapai Rp94 juta.
Sementara itu, korban lainnya bernama Wiwik menambahkan, biaya pendaftaran umrah yang ditawarkan agen travel tersebut tidak tetap dan mengalami kenaikan seiring bertambahnya jumlah pendaftar.
“Awalnya Rp23,5 juta. Lalu kalau ada yang daftar lagi naik jadi Rp25 juta, kemudian naik lagi jadi Rp27 juta,” kata Wiwik.
Para korban mengaku sempat dijanjikan berangkat pada Januari 2025 setelah pendaftaran dilakukan pada Oktober 2024. Namun keberangkatan itu batal dengan berbagai alasan. Jadwal kemudian diundur ke Februari, tetapi kembali gagal terlaksana. Bahkan, para korban menyebut penundaan terjadi hingga empat kali.
“Januari tidak jadi, lalu mau Februari alasannya katanya crowded. Sampai empat kali digagalkan dengan berbagai alasan,” ujar Ida.
Merasa dirugikan dan kecewa, para korban akhirnya melaporkan kasus tersebut ke pihak kepolisian. Ida mengaku melapor karena keberangkatan terus diundur tanpa kepastian, sementara uang yang telah disetorkan tidak kunjung jelas pengembaliannya.
“Kita juga geram. Dari awal mau diberangkatkan bulan ini tidak jadi, bulan berikutnya tidak jadi lagi. Akhirnya saya laporkan ke Polres,” ujarnya.
Dalam pemeriksaan awal, Ida Setiyowati yang beralamat di sraten dan Wiwik yang berdomisili di Srono, telah dimintai keterangan oleh petugas sebagai bagian dari proses penyelidikan.
Hingga berita ini ditulis, pihak kepolisian masih mendalami laporan tersebut dan mengumpulkan keterangan dari para korban untuk menelusuri dugaan penipuan travel umrah yang merugikan masyarakat.
