Slokan Jadi Arena Adu Mancing, 204 Warga Kemloso Berebut Kambing di HUT RI ke-81
- by Admin
- 17 Agustus 2026
BanyuwangiNews.com - Perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Dusun Kemloso, Desa Benculuk, Kecamatan Cluring, Banyuwangi, berlangsung dengan cara yang tak biasa. Bukan panggung hiburan atau perlombaan di lapangan, warga justru mengubah sebuah saluran irigasi menjadi arena lomba mancing lele.
Kegiatan yang digelar warga RW 02 tersebut berlangsung pada Senin (17/8/2026) mulai pukul 14.00 WIB. Sebanyak 204 peserta ambil bagian dalam lomba yang memperebutkan hadiah utama seekor kambing.
Saluran irigasi yang menjadi lokasi perlombaan memiliki lebar sekitar satu meter dengan panjang arena kurang lebih 100 meter. Meski tempatnya sederhana, antusiasme peserta dan warga yang datang menyaksikan membuat suasana di sepanjang slokan tersebut berlangsung meriah.
Panitia sebelumnya menebar sekitar 1,80 kuintal ikan lele, ditambah sekitar lima ekor lele berukuran besar. Para peserta kemudian dituntut mendapatkan ikan menggunakan mata kail hingga berhasil mengangkatnya dengan senar.

Konsentrasi peserta terlihat sejak perlombaan dimulai. Mata mereka tertuju pada ujung senar masing-masing, menunggu tanda ikan menyambar umpan. Setiap peserta tentu berharap mendapatkan tangkapan dengan bobot terbesar.
Persaingan semakin menarik karena hadiah yang disiapkan cukup menggiurkan. Pemenang pertama berhak mendapatkan seekor kambing. Juara kedua memperoleh uang tunai Rp200 ribu, sementara peringkat ketiga mendapatkan Rp100 ribu. Panitia juga menyediakan berbagai hadiah doorprize berupa perlengkapan rumah tangga dan barang pecah belah.
Setelah perlombaan berlangsung sekitar dua jam, Jaki berhasil keluar sebagai pemenang. Ia mendapatkan ikan lele dengan bobot sekitar 2,10 kilogram dan berhak membawa pulang kambing sebagai hadiah utama.
Posisi kedua ditempati Rama dengan hasil tangkapan sekitar 1,9 kilogram. Sementara Hari berada di urutan ketiga setelah memperoleh ikan dengan berat sekitar 1 kilogram.
Jaki mengaku tidak menyangka bisa menjadi peserta dengan tangkapan terberat dalam perlombaan tersebut.
“Alhamdulillah, senang sekali. Tidak menyangka bisa menjadi juara dan mendapatkan kambing,” ungkap Jaki.
Kepala Dusun Kemloso, Ahmad Khudori, mengatakan lomba tersebut sengaja dikemas sederhana agar seluruh lapisan masyarakat dapat ikut menikmati suasana peringatan kemerdekaan.
Menurutnya, perayaan HUT RI tidak selalu harus dilakukan dengan kegiatan besar dan membutuhkan biaya tinggi. Lingkungan sekitar pun dapat dimanfaatkan menjadi ruang berkumpul dan hiburan bagi masyarakat.
“Ini dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan. Kami ingin warga senang, guyub dan bisa berkumpul bersama. Tidak harus dengan kegiatan yang mahal, memanfaatkan lingkungan sekitar juga bisa menjadi hiburan,” kata Ahmad Khudori.
Selain sebagai hiburan, kegiatan tersebut juga diharapkan dapat membuka wawasan warga mengenai potensi budidaya ikan lele. Ahmad menyebut lele memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai usaha tambahan bagi masyarakat.
“Kami juga ingin memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa beternak lele itu bisa menjadi tambahan penghasilan. Lele relatif mudah dibudidayakan dan bisa dikembangkan oleh masyarakat untuk membantu perekonomian keluarga,” tambahnya.
Kemeriahan lomba turut memberikan dampak positif bagi pelaku usaha kecil. Sejumlah pedagang memanfaatkan keramaian dengan membuka lapak makanan, minuman hingga jajanan di sekitar arena.
Dengan demikian, satu kegiatan sederhana mampu menghadirkan banyak suasana sekaligus. Peserta mendapatkan hiburan dan kesempatan membawa pulang hadiah, warga menikmati tontonan, sedangkan pelaku UMKM memperoleh peluang menambah pendapatan.
Lomba berakhir sekitar pukul 16.00 WIB. Dari sebuah saluran irigasi yang sehari-hari hanya berfungsi mengalirkan air, warga Kemloso berhasil menciptakan ruang perayaan kemerdekaan yang penuh kegembiraan, persaingan sehat, sekaligus mempererat rasa kebersamaan.
