Produk Unggulan Perikanan Harus Berangkat dari Data, Bukan Sekadar Promosi

Plt. Kepala Bidang P2HP Edy Widiantoro, S.Pi, M.Si

BanyuwangiNews.com - Menetapkan produk unggulan perikanan tidak cukup dengan memilih komoditas yang terlihat populer atau memiliki tampilan menarik. Produk yang benar-benar berpotensi dikembangkan harus didukung ketersediaan bahan baku, kemampuan pengolahan, kebutuhan konsumen, kelayakan biaya, serta akses distribusi yang memadai.

Persoalan tersebut penting karena promosi tanpa kesiapan produksi dapat menciptakan kesenjangan antara permintaan dan kemampuan pasokan. Sebaliknya, produksi dalam jumlah besar tanpa kepastian pembeli berisiko menambah beban biaya dan menimbulkan kerugian bagi pelaku usaha.

Saat menjawab pertanyaan awak media mengenai penentuan arah pengembangan produk olahan perikanan, Kepala Dinas Perikanan Banyuwangi Suryono Bintang Samudra, S.P., M.Si. melalui Plt. Kepala Bidang P2HP Edy Widiantoro, S.Pi, M.Si,. menjelaskan bahwa pengembangan produk perlu memperhatikan keterkaitan antara potensi bahan baku, kemampuan pelaku usaha, dan kebutuhan pasar.

Pemetaan komoditas idealnya mencakup ketersediaan bahan baku sepanjang tahun, perubahan pasokan berdasarkan musim, mutu bahan, biaya pengadaan, serta potensi pengolahan menjadi berbagai produk. Informasi tersebut perlu dipadukan dengan hasil identifikasi konsumen dan saluran pemasaran.

Dari sisi bisnis, produk yang berpotensi menjadi unggulan bukan hanya produk dengan harga jual tertinggi. Perhitungan juga harus memasukkan biaya bahan baku, tenaga kerja, energi, kemasan, distribusi, penyusutan peralatan, dan risiko produk tidak terjual.

Selain itu, kapasitas produksi dan kemampuan menjaga standar mutu harus menjadi pertimbangan. Produk yang diminati pasar membutuhkan sistem produksi yang mampu memenuhi pesanan tanpa mengorbankan keamanan dan kualitas.

Ke depan, pemetaan produk unggulan dapat digunakan untuk menentukan prioritas pendampingan UMKM, kebutuhan peralatan, strategi promosi, dan peluang kemitraan. Pendekatan ini juga memungkinkan pemerintah mengevaluasi apakah intervensi yang dilakukan benar-benar menjawab hambatan usaha.

Indikatornya dapat mencakup jumlah pelaku usaha aktif, kesinambungan pasokan, perkembangan omzet dan keuntungan bersih, perluasan pasar, serta peningkatan pembelian berulang.

Bagi Banyuwangi, pendekatan berbasis data membuka peluang agar kebijakan pengolahan dan pemasaran hasil perikanan lebih terarah. Promosi tetap diperlukan, tetapi harus dibangun di atas fondasi produksi, mutu, dan kelayakan usaha yang nyata.

Dengan demikian, produk unggulan bukan sekadar label promosi, melainkan hasil dari proses pengembangan yang dapat diuji melalui kinerja usaha dan penerimaan pasar.

Related Post

Tinggalkan Komentar

banyuwanginews.com

Merupakan Media Online yang berada di Banyuwangi dengan mengutamakan informasi yang cerdas, Akurat dan berimbang