Pemasaran Digital Buka Peluang Produk Olahan Ikan Banyuwangi Tembus Pasar Lebih Luas.
- by Admin
- 29 Oktober 2026
BanyuwangiNews.com - Perubahan cara masyarakat berbelanja membuka peluang baru bagi pelaku usaha pengolahan hasil perikanan. Produk yang sebelumnya hanya dipasarkan melalui toko dan pasar tradisional kini dapat diperkenalkan melalui media sosial, katalog digital, layanan pesan antar, maupun platform perdagangan elektronik.
Bagi pelaku UMKM di Banyuwangi, pemasaran digital dapat menjadi pintu untuk memperkenalkan produk olahan ikan kepada konsumen di luar wilayah produksi. Namun, keberhasilan penjualan daring tidak hanya bergantung pada foto produk yang menarik. Kualitas barang, kejelasan informasi, keamanan kemasan, biaya pengiriman, dan kecepatan pelayanan tetap menentukan kepuasan pembeli.
Kepala Dinas Perikanan dan kelautan Kabupaten Banyuwangi Suryono Bintang Samudra, S.P., M.Si. Melalui Plt Kabid Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP), Edy Widiantoro, S.Pi, M.Si., mengenai peluang pemasaran digital bagi produk perikanan, menjelaskan bahwa perluasan pasar harus disertai peningkatan kesiapan pelaku usaha dalam memenuhi kebutuhan konsumen.

Produk kering seperti kerupuk ikan dan abon memiliki karakteristik distribusi yang berbeda dari ikan segar atau produk beku. Karena itu, setiap jenis produk perlu memiliki perencanaan pengemasan, penyimpanan, masa simpan, dan pengiriman yang sesuai dengan karakteristiknya.
Pelaku usaha juga perlu membangun identitas merek yang mudah dikenali. Informasi komposisi, berat bersih, tanggal produksi, masa simpan, petunjuk penyimpanan, dan keterangan legalitas harus dicantumkan sesuai ketentuan yang berlaku. Kejujuran informasi menjadi fondasi penting untuk membangun kepercayaan konsumen.
Tantangan berikutnya adalah kapasitas produksi. Promosi yang berhasil dapat mendatangkan pesanan dalam jumlah besar, tetapi tanpa perencanaan stok dan pengendalian mutu, lonjakan permintaan justru berisiko menurunkan kualitas layanan.
Dalam perspektif pengembangan daerah, pemasaran digital juga dapat dikaitkan dengan promosi kuliner dan pariwisata Banyuwangi. Produk khas berbahan hasil perikanan berpotensi menjadi pilihan oleh-oleh apabila memiliki mutu yang konsisten dan mampu memenuhi kebutuhan pasar.
Ke depan, program pendampingan yang terarah dapat mencakup pembuatan katalog produk, fotografi sederhana, pengelolaan pesanan, pencatatan penjualan, hingga evaluasi biaya promosi dan pengiriman.
Ukuran keberhasilan tidak semestinya berhenti pada jumlah akun digital atau produk yang diunggah. Indikator yang lebih penting adalah kenaikan transaksi, pelanggan berulang, keuntungan bersih, dan kemampuan usaha mempertahankan pasar.
Dengan persiapan yang matang, pemasaran digital dapat menjadi instrumen untuk memperluas jangkauan produk olahan ikan Banyuwangi dan memperkuat daya saing UMKM.
