Nduk Nik Ingatkan Pentingnya Literasi Digital Berlandaskan Nilai Kebangsaan
- by Admin
- 14 Maret 2026
BanyuwangiNews.com - Arus perkembangan teknologi dan derasnya informasi di ruang digital dinilai menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat dalam menjaga persatuan bangsa. Karena itu, pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan perlu terus diperkuat agar masyarakat tidak mudah terpengaruh informasi yang menyesatkan maupun provokatif.
Pesan tersebut disampaikan Anggota MPR RI, Nihayatul Wafiroh, yang akrab disapa Nduk Nik, saat menggelar Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Aula Serbaguna Rogojampi, Banyuwangi, Sabtu (14/3). Kegiatan itu diikuti berbagai kalangan, mulai dari tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga perwakilan organisasi perempuan.
Dalam pemaparannya, Nduk Nik menegaskan bahwa Empat Pilar Kebangsaan yang meliputi Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika harus tetap menjadi landasan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Menurutnya, nilai-nilai tersebut semakin relevan di tengah pesatnya perkembangan teknologi informasi.
Ia menjelaskan, kemajuan digital memang membuka banyak peluang dan kemudahan bagi masyarakat. Namun di sisi lain, ruang digital juga rentan dimanfaatkan untuk menyebarkan hoaks, ujaran kebencian, hingga narasi yang berpotensi memicu perpecahan.
“Masyarakat harus memiliki bekal wawasan kebangsaan yang kuat agar mampu memilah informasi secara cerdas dan tidak mudah terprovokasi oleh isu yang belum tentu kebenarannya,” ujarnya.
Nduk Nik juga mengajak masyarakat untuk terus merawat keberagaman yang menjadi ciri khas Indonesia. Menurutnya, perbedaan latar belakang suku, agama, budaya, maupun bahasa merupakan kekuatan yang harus dijaga bersama, bukan dijadikan alasan untuk saling mempertentangkan.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa pembentukan karakter kebangsaan tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Peran keluarga, lembaga pendidikan, organisasi sosial, serta tokoh agama sangat dibutuhkan dalam menanamkan semangat nasionalisme kepada generasi muda.
Menurutnya, generasi penerus bangsa perlu dibekali tidak hanya dengan kemampuan akademik dan keterampilan, tetapi juga pemahaman nilai kebangsaan yang kuat agar mampu menghadapi tantangan global tanpa kehilangan jati diri sebagai bangsa Indonesia.
Diskusi yang berlangsung dalam kegiatan tersebut berjalan interaktif. Peserta menyampaikan berbagai pandangan terkait kondisi sosial masyarakat, pentingnya menjaga toleransi, serta upaya memperkuat persaudaraan di tengah keberagaman yang ada di Banyuwangi.
Melalui sosialisasi tersebut, Nduk Nik berharap semangat gotong royong, toleransi, dan rasa saling menghormati dapat terus tumbuh di tengah masyarakat. Dengan demikian, Empat Pilar Kebangsaan tidak hanya dipahami sebagai konsep, tetapi juga diterapkan dalam kehidupan sehari-hari demi menjaga keutuhan bangsa dan memperkuat harmoni sosial.
