DPRD Jatim Dorong Penguatan Peran Satlinmas, Banyuwangi Jadi Tuan Rumah Pelatihan SDM
- by Admin
- 04 Desember 2025
BanyuwangiNews.com - Upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan profesionalisme Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) terus digencarkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Hal ini terlihat dari kegiatan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) Satlinmas yang digelar di Banyuwangi, Kamis (4/12/2025), atas kolaborasi Komisi A DPRD Jawa Timur dan Satpol PP Jawa Timur.
Ratusan anggota Satlinmas dari berbagai kecamatan hadir dalam pelatihan ini. Acara dibuka langsung oleh Kepala Satpol PP Banyuwangi, Wawan Yadmadi. Dalam sambutannya, Wawan menyampaikan bahwa pelatihan ini menjadi bentuk nyata pemberdayaan Satlinmas agar lebih memiliki peran strategis di tengah masyarakat.
“Tagline kami sederhana namun penuh makna, Linmas Kita dan Kita Linmas. Itu menggambarkan kedekatan dan peran Linmas sebagai bagian dari masyarakat,” kata Wawan.

Ia menjelaskan, Satlinmas sejak dulu memiliki fungsi yang kuat di akar rumput. Meski kini dikenal dengan nama baru, peran yang dahulu dijalankan Hansip tetap dipertahankan, bahkan semakin relevan di masa kini. Sejak pandemi COVID-19, Satlinmas disebut telah menunjukkan kontribusi penting, mulai dari pengamanan vaksinasi hingga dukungan sosial di tingkat desa dan kelurahan.
Data Satpol PP Banyuwangi mencatat, terdapat 5.987 personel Satlinmas yang aktif. Dari jumlah tersebut, 1.355 personel sudah mengikuti pelatihan dasar berupa diklat singkat. Pelatihan kali ini menjadi langkah lanjutan untuk memperluas keterampilan mereka.
“Materi yang diberikan mencakup penanganan bencana, dukungan pemadam kebakaran, pertolongan pertama, hingga manajemen kedaruratan. Tujuannya, Satlinmas bisa menjadi garda terdepan dalam situasi apa pun yang terjadi di wilayahnya,” lanjut Wawan.
Anggota Komisi A DPRD Jawa Timur, Hj. Ma’mulah Harun, turut hadir memantau pelaksanaan kegiatan. Ia menegaskan bahwa penguatan SDM Satlinmas merupakan bagian dari kerja sama legislatif dengan Satpol PP Jatim untuk memperkuat ketahanan sosial di tingkat komunitas.
Menurutnya, peningkatan kapasitas Satlinmas tak hanya difokuskan pada keterampilan teknis, namun juga pada kepekaan sosial dan etika pelayanan publik. “Komunikasi yang baik dengan masyarakat dan pemahaman etika pelayanan adalah kunci. Satlinmas tidak hanya hadir saat darurat, tapi juga menjadi wajah keramahtamahan pemerintah di lapangan,” ujar Ma’mulah.
Ia berharap pelatihan serupa dapat terus digelar di daerah-daerah lain di Jawa Timur, sehingga Satlinmas semakin mampu menunjukkan peran vitalnya dalam mendukung stabilitas keamanan dan ketertiban umum (Trantibumlinmas).
“Bila Satlinmas memiliki keterampilan yang kuat dan karakter pelayanan yang beradab, maka mereka akan menjadi mitra utama masyarakat dalam keadaan apapun,” tutupnya. (Ali)
