UMKM Banyuwangi Tingkatkan Daya Saing: MR.D.I.Y. Indonesia dan BEDO Akhiri Program Pendampingan 4 Bulan
- by Admin
- 10 Desember 2025
BanyuwangiNews.com - Perjalanan panjang program pemberdayaan UMKM di Banyuwangi mencapai puncaknya. PT Daya Intiguna Yasa Tbk (MR.D.I.Y. Indonesia) bersama Yayasan BEDO dan Dinas Koperasi, UMKM & Perdagangan Kabupaten Banyuwangi resmi menutup program UMKM Tumbuh Bersama 2025, yang telah digelar sejak Agustus lalu. Penutupan ini mengukuhkan komitmen kolaboratif antara sektor swasta, pemerintah daerah, dan komunitas usaha kecil dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.
Selama empat bulan, ratusan pelaku UMKM mendapatkan pendampingan intensif. Tidak hanya materi seputar manajemen usaha dan strategi pasar, peserta juga dibekali kemampuan digital, pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan untuk operasional bisnis, hingga pemahaman tentang standar sustainability melalui penerapan konsep Environment, Social, Governance (ESG).
Direktur Utama MR.D.I.Y. Indonesia, Edwin Cheah, menegaskan bahwa tujuan dari program ini bukan sekadar berbagi pengetahuan, tetapi mendorong transformasi nyata di tingkat UMKM.
“Kami menyaksikan semangat luar biasa dari UMKM di Banyuwangi, Padang, Bukittinggi, Payakumbuh, dan Solo. Program ini dirancang agar pelaku usaha tidak hanya mengikuti tren teknologi dan berkelanjutan, tetapi bisa membuka peluang usaha baru. Jika UMKM tumbuh kuat, daerah pun bergerak maju,” ujarnya.

Ketua Yayasan BEDO, Jeff Iskandarsjah, menyampaikan bahwa sinergi multipihak menjadi kunci keberhasilan. Menurutnya, komitmen pelaku usaha untuk terus belajar menjadi modal yang tidak kalah penting dibanding pengetahuan teknis.
“Program ini menunjukkan bahwa ketika pemerintah daerah, pelaku industri, dan komunitas UMKM berjalan bersama, hasilnya lebih terasa. Kami melihat UMKM di Banyuwangi mulai memahami bagaimana inovasi dan keberlanjutan bisa menjadi strategi bisnis, bukan hanya tren,” jelasnya.
Program UMKM Tumbuh Bersama 2025 meninggalkan sejumlah capaian yang dinilai strategis bagi penguatan ekosistem UMKM di daerah:
- 312 UMKM mengikuti pelatihan intensif, termasuk 20 peserta penyandang disabilitas. Di Banyuwangi, tercatat 86 UMKM hadir dari sektor kuliner, fashion, dan kerajinan.
- 150 UMKM terpilih mendapatkan pelatihan lanjutan saat sesi penutupan program.
- 90 UMKM berhasil menyusun draf awal Laporan Keberlanjutan (Sustainability Report).
- Peningkatan literasi digital dan pemanfaatan AI untuk efisiensi operasional usaha.
- Penguatan pemahaman ESG sebagai fondasi praktik bisnis berkelanjutan.
- Terjalinnya jejaring usaha baru antara UMKM, pemerintah, dan sektor industri.
Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menyatakan dukungan penuh terhadap program ini. Ir. Bayu Hadiyanto, yang hadir mewakili Bupati Banyuwangi, menyampaikan apresiasi atas kontribusi nyata MR.D.I.Y. Indonesia dan Yayasan BEDO dalam membangun kapasitas pelaku UMKM di daerah.
“UMKM adalah tulang punggung ekonomi Banyuwangi. Program seperti ini tidak hanya meningkatkan keterampilan, tetapi memberi keyakinan bagi pelaku usaha untuk berinovasi dan melangkah lebih jauh,” ungkapnya.
Kehadiran Hj. RR. Nanin Oktaviantie, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan Banyuwangi, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus memantau perkembangan UMKM agar dampak pelatihan tidak berhenti pada program.
Pada sesi penutupan, peserta terpilih mempresentasikan capaian mereka, termasuk rancangan sustainability report, yang difasilitasi Global Reporting Initiative (GRI) Indonesia. Selain itu, UMKM berbagi pengalaman tentang perubahan yang dialami dalam bisnis mereka setelah mengikuti pendampingan selama empat bulan.
Edwin menutup rangkaian program dengan menegaskan peran MR.D.I.Y. Indonesia sebagai mitra pertumbuhan UMKM:
“Kami percaya bahwa masa depan ekonomi Indonesia terletak pada UMKM yang mampu beradaptasi dan memanfaatkan peluang baru. Semoga pembelajaran dari program ini menjadi bekal untuk memperluas pasar dan memperkuat daya saing,” ujarnya.
Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan, MR.D.I.Y. Indonesia dan Yayasan BEDO menyatakan akan terus memperkuat kolaborasi lintas daerah, menghadirkan pendampingan berkelanjutan, serta membuka lebih banyak akses bagi UMKM untuk masuk pasar yang lebih luas.
