Semarak Muharram, UPZISNU Ranting di Kecamatan Banyuwangi Gulirkan Santunan untuk Ratusan Yatim dan Duafa
- by Admin
- 26 Juni 2026
BanyuwangiNews.com - Semangat berbagi di bulan Muharram mewarnai berbagai kegiatan sosial yang digelar Unit Pengumpul Zakat, Infak, dan Sedekah Nahdlatul Ulama (UPZISNU) tingkat ranting di Kecamatan Banyuwangi. Melalui penghimpunan dana dari masyarakat, santunan bagi anak yatim dan kaum duafa terus disalurkan dengan nilai yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah hingga akhir bulan Muharram.
Ketua LAZIS MWCNU Banyuwangi, Andria Fajar, mengungkapkan bahwa hingga Kamis (25/6/2026), baru lima ranting yang telah menuntaskan penyaluran bantuan. Meski demikian, total dana yang telah disalurkan sudah menembus lebih dari Rp100 juta.
Menurutnya, apabila seluruh ranting di Kecamatan Banyuwangi menyelesaikan kegiatan serupa, nilai santunan diperkirakan dapat mencapai sekitar Rp500 juta.
Ranting NU Sumberejo menjadi salah satu penyumbang penyaluran terbesar. Melalui UPZISNU setempat, dana sebesar Rp73,3 juta berhasil dihimpun dan diberikan kepada 40 anak yatim yang masing-masing menerima Rp1,1 juta, serta 293 penerima manfaat dari kalangan duafa dengan bantuan Rp100 ribu per orang.
Di Kelurahan Kertosari, UPZISNU menyalurkan santunan senilai Rp23 juta kepada 46 anak yatim. Sementara itu, UPZISNU Ranting Tamanbaru mendistribusikan Rp13,2 juta kepada 30 anak yatim dengan nominal Rp400 ribu per anak dan empat anak duafa yang masing-masing memperoleh Rp300 ribu.
Program serupa juga dilaksanakan UPZISNU Masjid Al-Amin Ranting Wonosari, Kelurahan Sobo. Sebanyak Rp5,2 juta disalurkan kepada lima anak yatim dan 15 warga duafa. Sedangkan UPZISNU Ranting Mojosari, Kelurahan Pengantigan, menyalurkan Rp4,725 juta yang dibagikan kepada tujuh anak yatim dan tujuh warga duafa.
Andria menjelaskan, di wilayah Kecamatan Banyuwangi terdapat 23 Ranting NU. Sebagian besar di antaranya telah menyatakan kesiapan menggelar santunan Muharram dalam waktu dekat. Beberapa ranting dengan jumlah penerima yang cukup besar, seperti Karangrejo, Pakis, Pengantigan, dan Tukangkayu, masih dijadwalkan melaksanakan kegiatan pada pekan-pekan berikutnya.
Sementara itu, Ketua MWCNU Banyuwangi, Barur Rohim, menegaskan bahwa kepedulian terhadap anak yatim dan masyarakat kurang mampu bukan hanya dilakukan saat Muharram. Melalui UPZISNU di tingkat ranting maupun MWCNU, bantuan sosial diberikan secara rutin, baik setiap pekan maupun setiap bulan sesuai kemampuan masing-masing wilayah.
Ia juga memastikan seluruh dana zakat, infak, dan sedekah yang dikelola LAZISNU disalurkan secara amanah, tepat sasaran, serta dapat dipertanggungjawabkan dari sisi transparansi dan akuntabilitas, sehingga kepercayaan masyarakat kepada lembaga tetap terjaga.
(Ali)
