Nduk Nik Serukan Warga Banyuwangi Waspada Campak, Imunisasi Diminta Diperkuat

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh (Nduk Nik), saat menyampaikan sosialisasi kewaspadaan penyakit menular dan upaya respons KLB kepada masyarakat di Gambiran, Banyuwangi.

BanyuwangiNews.com - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Nihayatul Wafiroh yang akrab disapa Nduk Nik, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman penyakit menular, khususnya campak, di tengah munculnya sejumlah kasus Kejadian Luar Biasa (KLB) di berbagai wilayah.

Dalam kegiatan Sosialisasi Upaya Respons KLB yang digelar di wilayah Kecamatan Gambiran, Banyuwangi, Nduk Nik menegaskan bahwa campak tidak boleh dianggap sebagai penyakit biasa, karena tingkat penularannya sangat tinggi dan dapat berdampak serius terutama bagi anak-anak serta kelompok rentan.

“Campak ini sangat mudah menular. Kalau tidak ditangani dengan cepat, bisa menyebar luas, apalagi di lingkungan padat penduduk,” kata Nduk Nik.

Berdasarkan laporan kesehatan daerah yang beredar, kasus campak di Banyuwangi masih menjadi perhatian. Disebutkan adanya lonjakan dengan 25 kasus suspek dan 5 kasus yang terkonfirmasi positif, sehingga diperlukan langkah pencegahan bersama agar tidak berkembang menjadi KLB yang lebih besar.

Nduk Nik menekankan bahwa salah satu langkah paling efektif untuk menekan penyebaran campak adalah memastikan imunisasi anak terpenuhi secara lengkap. Ia meminta para orang tua tidak menunda imunisasi karena perlindungan kesehatan anak harus menjadi prioritas.

Selain imunisasi, masyarakat juga diminta untuk menerapkan pola hidup bersih dan sehat di lingkungan rumah maupun sekitar tempat tinggal.

“Masyarakat harus tahu gejala awal campak seperti demam tinggi, batuk, ruam kemerahan, hingga mata merah. Kalau muncul tanda-tanda itu, segera periksa ke fasilitas kesehatan agar cepat ditangani,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan warga agar menjaga kebersihan lingkungan, meningkatkan daya tahan tubuh, serta tidak mudah percaya pada informasi keliru terkait imunisasi maupun penanganan penyakit menular.

Menurutnya, edukasi yang benar serta keterlibatan aktif masyarakat merupakan kunci utama dalam mencegah penyebaran penyakit, sekaligus memutus rantai penularan agar tidak meluas.

“Kalau masyarakat punya kesadaran tinggi dan informasi yang benar, kita bisa mencegah penyakit sejak awal dan menghindari KLB yang lebih besar,” pungkasnya.

Related Post

Tinggalkan Komentar

banyuwanginews.com

Merupakan Media Online yang berada di Banyuwangi dengan mengutamakan informasi yang cerdas, Akurat dan berimbang