Konferensi Pers Akhir Tahun, Polresta Banyuwangi Ungkap Capaian Penanganan Kejahatan dan Pelayanan Publik
- by Admin
- 30 Desember 2025
BanyuwangiNews.com - Penghujung tahun 2025 menjadi momentum evaluasi bagi Polresta Banyuwangi dalam menjalankan tugas penegakan hukum sekaligus pelayanan kepada masyarakat. Sepanjang tahun ini, dinamika kamtibmas menunjukkan tren peningkatan, seiring dengan bertambahnya jumlah laporan perkara yang ditangani kepolisian.
Dalam Konferensi Pers Akhir Tahun yang digelar di Ruang Rupatama Mapolresta Banyuwangi, Selasa (30/12/2025), Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rama Samtama Putra menyampaikan bahwa total laporan perkara yang masuk selama 2025 mencapai 1.433 kasus. Angka tersebut naik sekitar 16 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski volume laporan meningkat, Kapolresta menegaskan bahwa kinerja penanganan perkara justru menunjukkan progres positif. Tingkat penyelesaian perkara mengalami lonjakan signifikan, dengan 610 kasus berhasil dituntaskan melalui pelimpahan tahap II ke kejaksaan, serta 260 perkara diselesaikan lewat pendekatan restorative justice. Secara keseluruhan, sepanjang 2025 Polresta Banyuwangi mencatat 1.281 perkara terselesaikan, lebih tinggi dibandingkan capaian 2024.
Dari sisi jenis kejahatan, penganiayaan masih mendominasi laporan masyarakat dengan ratusan kasus, disusul pencurian, penipuan, pencurian dengan pemberatan, dan penggelapan. Tingkat penyelesaian pada sebagian besar perkara tersebut berada di atas 70 persen, bahkan kasus penipuan hampir seluruhnya dapat dituntaskan. Selain itu, sejumlah kasus lain seperti penambangan galian C ilegal juga turut ditangani.

Di bidang pemberantasan narkotika, Polresta Banyuwangi mencatat peningkatan pengungkapan yang cukup tajam. Sepanjang 2025, aparat berhasil membongkar 158 perkara narkoba dan obat keras berbahaya dengan total 191 tersangka. Mayoritas pelaku berperan sebagai pengedar. Barang bukti yang diamankan pun beragam, mulai dari sabu, ribuan butir ekstasi, ratusan ribu pil obat keras, hingga kendaraan dan uang tunai. Dibandingkan tahun sebelumnya, pengungkapan kasus narkoba naik 30 persen, sementara jumlah tersangka melonjak hampir separuhnya.
Penegakan hukum terhadap tindak pidana ringan juga menjadi perhatian, khususnya peredaran minuman keras ilegal. Puluhan tersangka diamankan dengan belasan ribu botol miras sebagai barang bukti. Sementara itu, penindakan balap liar mengalami peningkatan drastis, yang berdampak pada perbaikan situasi lalu lintas.
Capaian tersebut mengantarkan Polresta Banyuwangi meraih peringkat teratas pengungkapan tindak pidana ringan di jajaran Polda Jawa Timur, serta masuk tiga besar dalam pelaksanaan patroli umum. Di sektor lalu lintas, angka kecelakaan tercatat menurun signifikan, begitu pula jumlah korban meninggal dunia.
Dalam hal pelayanan publik, Polresta Banyuwangi menerima ratusan aduan masyarakat melalui layanan WhatsApp Kapolresta. Mayoritas aduan berkaitan dengan pelayanan dan gangguan ketertiban umum, dan seluruhnya telah ditindaklanjuti. Selain itu, belasan ribu panggilan masuk ke layanan kepolisian tetap dilayani meski sebagian besar merupakan laporan tidak benar.
Kapolresta juga menyinggung evaluasi internal. Sepanjang 2025, jumlah pelanggaran anggota menurun dibandingkan tahun sebelumnya, dan seluruhnya telah diproses sesuai ketentuan. Di sisi lain, ratusan personel menerima penghargaan atas dedikasi dan keberhasilan dalam pengungkapan kasus-kasus menonjol.
Tak hanya fokus pada penegakan hukum, Polresta Banyuwangi turut mendukung program pemerintah, mulai dari pengendalian harga pangan, ketahanan pangan melalui penanaman jagung ribuan hektare, hingga pembangunan fasilitas pelayanan kepolisian dan pengamanan laut.
Menutup paparannya, Kapolresta menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan insan media atas dukungan yang diberikan selama 2025. Ia berharap sinergi tersebut terus terjaga demi menciptakan situasi Banyuwangi yang aman, kondusif, serta mendorong Polresta Banyuwangi meraih predikat Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).
