Selasa, 07 November 2017

Ribuan Netizen Teken Petisi “Save Kawah Ijen”

Ribuan Netizen Teken Petisi Save Kawah Ijen, Stop Pembangunan di Puncak

BANYUWANGI – Pembangunan infrastruktur publik di puncak Ijen mendapatkan tanggapan pedas dari pencinta lingkungan, fotografer, dan wisatawan. Keresahan tersebut diungkapkan lewat petisi yang berisi penolakan pembangunan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen yang akan ditunjukan Presiden Joko Widodo.

Komunitas Sea Soldier Banyuwangi membuat petisi di media sosial. Mereka mengajak masyarakat menandatangani petisi penolakan pembangunan di puncak Ijen. Hingga kemarin (6/11), tercatat 13.441 orang yang tanda tangan mendukung penolakan pembangunan infrastruktur publik di puncak Ijen.

Petisi “Save Kawah Ijen, Stop Pembangunan di Puncak” itu muncul karena adanya keresaban akibat pembangunan infrastruktur di puncak Ijen. Sarana tersebut berupa toilet, pagar pembatas, dan pendapa gardu pandang.

“Menurut kami, pembangunan tersebut dapat merusak ekosistem di kawasan TWA Ijen,” ujar Putri Agustin, koordinator Sea Soldier Banyuwangi. Putri berharap pembangunan infrastruktur di puncak Ijen dapat dihentikan karena dapat merusak kelangsungan ekosistem. Yang paling ditakutkan adalah terjadinya longsor lantaran gunung Ijen masih aktif.

Pembangunan infrastruktur di ljen menuai banyak kritik. Pegiat lingkungan menilai bangunan tersebut bisa mengurangi keaslian wajah Ijen. Mereka beramai-ramai menggalang penolakan proyek milik Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur tersebut.

Meski menuai kecaman, pembangunan infrastruktur di puncak Ijen tems berlanjut. BKSDA bergeming dengan kritikan dan kecaman pegiat lingkungan.

“Proyek tersebut tidak melanggar ketentuan apa pun. Proyek itu akan menjadikan Ijen jauh lebih bagus dengan semua fasilitas yang di bangun,” tegas Chomsatun Rochmaningrum, atas nama Kuasa Pengguna Anggaran Pejabat Pembuat Komitmen proyek infrastruktur yang ditangani BKSDA Jatim tersebut.

Meski ditentang banyak orang, proyek pembangunan Ijen terus dilaksanakan. (radar)

0 komentar: