Rabu, 01 November 2017

Polisi Tes Kejiwaan Efendi yang Tega Aniaya Alesha Keisha Ardani Hingga Tewas


BANYUWANGI – Penyidik Satreskrim Polres Banyuwangi melakukan tes kejiwaan terhadap Efendi. Tersangka penganiayaan terhadap balita Alesha Keisha Ardani itu dibawa ke RSUD Blambangan, Senin pagi (30/10).

Kasat Reskrim Polres Banyuwangi AKP Sodik Efendi mengatakan, pemeriksaan tes kejiwaan terhadap Effendi semata untuk mengetahui kondisi kejiwaan tersangka apakah masih normal atau gila.

Selain itu, polisi juga masih terus menyelidiki motif tersangka yang tega menganiaya balita tersebut. Apalagi sampai korban meninggal dunia. “Dari hasil pemeriksaan penyidik, tersangka berdalih kelelahan setelah semalam ngojek. Sehingga begitu mendengar rengekan anak kecil langsung emosi dan kalap,” jelasnya.

Lantas bagaimana hasil pemeriksaan kejiwaan tersangka? Hingga Senin sore, hasil pemeriksaan dati RSUD Blambangan tersebut masih belum diketahui secara pasti. Sumber di RSUD Blambangan menyebutkan jika tersangka pernah memiliki riwayat kejiwaan alias stres.

Polisi juga masih mendalami motif lainnya antara tersangka dan ibu korban. Karena, ibu korban sering menggunakan jasa tersangka menggunakan motor (ngojek). “Kita tidak mau berandai-andai. Kami masih dalami motif pembunuhan ini. Sementara ini, masih karena kelelahan atau kecapaian setelah semalaman bekerja,” tandas Sodik.

Diberitakan sebelumnya, balita berumur 22 bulan meninggal cukup tragis akibat tindak kekerasan oleh tukang ojek. Sebelum meninggal, balita cantik itu dijantur dan dibanting ke tempat tidur. Alasannya sepele, pelaku nekat seperti itu karena si balita terus menangis saat dititipkan ibunya.

Kisah tragis itu dialami Alesha Keisha Ardani, warga lingkungan Stendo, Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan Banyuwangi. Bayi tersebut anak pasangan suami istri Wiyono dan Rina Munarsih.

Penganiayaan yang menimpa balita yang akrab dipanggil Keisha itu terjadi Sabtu pagi (28/10). Pelakunya adalah Efendi, warga lingkungan Pakis Duren, Kelurahan Sumberejo, Kecamatan Banyuwangi.

Ceritanya, pagi itu pukul 08.20, Rina Munarsih menitipkan anaknya ke rumah Efendi yang tak lain adalah tukang ojek langganannya. Saat itu, Rina berpamitan akan menemui temannya tak jauh dari tempat itu. Berselang 25 menit usai menemui temannya itulah, Rina kembali ke rumah pelaku. Dia mendapati anaknya sudah dalam gendongan pelaku dengan kondisi luka lebam.

Saat itu, Keisha sudah dalam keadaan tidak sadarkan diri. Pada wajah korban juga terdapat luka lebam. Mendapati kondisi itu, Rina langsung membmva putrinya ke RSI Fatimah untuk mendapatkan perawatan. Korban langsung dirawat di ruang ICU. Kepada ibu korban, pelaku berdalih jika korban terjatuh di kamar mandi.

Usai mendapat perawatan intensif, Sabtu sore korban dibawa pulang oleh keluarganya. Sekitar pukul 18.20, korban mengembuskan napas terakhir. Tak terima dengan kejadian ini, keluarga korban langsung melaporkan ke polisi. (radar)

0 komentar: